Whatever

About Me

test

Post Top Ad

Your Ad Spot

Selasa, 08 Oktober 2019

Hello, ini aku?






Hai teman dunia bloggerkuu.
Kali ini aku mau berbagi cerita mengenai diriku. Namaku Dyana Neni Triani. Lahir di Pangkalan Kerinci, 09 Oktober 2000. Teman-teman saya biasa memanggil saya Diana bukan Dyana, bedasih nyebut namanya tapi gapapa deh yg penting nama hihi. Saya anak pertama dari 6 bersaudara. Beratsih jadi anak pertama, aku harus jadi panutan untuk adik-adikku dalam bidang apapun itu. Jangan sampai salah pilihan atau salah mengambil tindakan apapun. Tapi percaya deh anak pertama itu hebat:).

Saya mulai yaa.
Saat ini aku sedang kuliah di kampus swasta. Emangsih enakan di negri, yaa kalo ga jodoh mau diapain lagi yakan wkwk. Awalnya aku milih jurusan hukum dan psikologi di UGM, nggak ada milih di domilisi sendiri guys. Padahal aku lulusan SMA jurusan IPA loh😂. Kenapa aku ngambil jurusan hukum dan psikologi?alesan nya ada di sedikit cerita ini yakk.
Waktu saya duduk di bangku SMP saya pernah ngelihat ada anak dengan pakaian kumalnya berdiri depan kelas saat kelas ku sedang belajar, hati ku iba sekali liat anak itu. Lalu, satpam datang menyuruh anak itu keluar dari lingkungan sekolah. Sontak aku langsung nangisloh, ini beneran. Beberapa hari kemudian aku ketemu anak yang kemarin lagi, langsung aku jumpain. Dia bercerita kenapa dia gak sekolah, "bapak mamak ku gak punya uang jadi gak bisa sekolah, harus bantu bapak dulu cari uang". Wah ini gila benerdah.
Saya duduk di bangku SMA. Di kelas 2, teman saya mendadak keluar dari sekolah (berhenti sekolah). Dia gak mau kasih tau alasan dia keluar dari sekolah tapi aku ngotot mau tau, akhirnya dia kasih tau dong. Dia bilang, " bapakku sakit"an mamakku gak kerja, duit kami gak ada untuk makan sehari-hari. Aku anak laki-laki paling besar harus bantu keluarga". Dia nangis nyeritain itu, yaa aku ikutan nangis juga. Kasian ya jadi dia harus cari uang untuk makan keluarga nya:(.
Saya pernah menemani mamak belanja ke pasar. Kemudian ada yang narik tanganku, terkejutlah aku kira itu my mom ternyata anak kecil minta duit untuk makan. Aku langsung beliin dia makanan dengan rasa iba pada anak itu, dia makan dengan lahapnya. Sedih kali lah pokonya mandang anak kecil seperti itu di kampung saya. Tak sedikit yang begitu:(.
OMG. Kenapasih seorang anak yang seharusnya mendapatkan kasih sayang bersama keluarga nya, sekolah dengan riang, bersuka ria dengan teman-temannya malah harus merasakan pahitnya hidup dalam kesusahan?.
Alasan saya milih jurusan hukum,psikologi dan akhirnya menjadi pendidikan bahasa inggris adalah aku ingin anak-anak di Indonesia ini ga kumal, ga ngerasain kerja waktu kecil, makan ga makan waktu kecil, ga ngerasain ga sekolah. Aku mau anak-anak itu punya pendidikan dengan latar belakang apapun itu. Kalo gak punya uang, asal kita mau berusaha dengan keadaan yang bagaimanapun itu, percayadeh ada cara sendiri untuk kita menikmati itu. Pendidikan itu ga butuh uang,uang dan uang. Pendidikan itu cuman butuh keinginan doang kok. Gak punya duit minta ke orangtua, jangan cari duit sendiri. Orangtua itu harus nyari duit untuk anaknya bagaimanapun keadaan orangtua. Karena tanggungjawab seorang anak itu ada pada orangtua. Kalo orangtua gak punya uang jangan ngeluh dong ke anak ga punya uang, dicari dong bapak/ibu. Sama anak jangan hitung"an dong, itukan darah daging kalian. Saya yakin kok kami sebagai anak ga akan nuntut mau ini mau itu kalo bapak mamak kami ga punya uang, tapi jangan jadi bebankan ke sekolah kami, kehidupan kami. Itu masa depan seorang anak yang memang wajib diberikan. Anak kalian itu penerus hidup kalian, bukan kalian yg akan meneruskan. Gimana taraf hidup mau berubah menjadi ke arah yang baik/high kalo kalian selalu terpuruk dalam kondisi yang mungkin bisa dirubah? (Maaf ya saya lantang, mamak saya mengatakan begitu. Kalo orangtua ga punya uang itu mungkin tapi jangan sampai anak tau kalo orangtua ga punya duit. Untuk anak mengutangpun rela dilakukan untuk orangtua pada anak nya, asal anaknya ga ngerasain sakit yg sama yg dialami orangtua).
Dan saya juga mau para guru ataupun pengajar. Mari mengajar untuk mereka yang kurang mampu. Jika kita ga di bayar. Kita dibayar pahala berlipat ganda sama Yang Maha Kuasa nantinya, percayadeh. Kalian seorang guru yang bertugas mengajar, mendidik anak bangsa. Anak bangsa yang akan meneruskan perjalanan bangsa ini, yang mengatur bangsa ini. Masa iya kalian gamau keturunan kalian mengatur bangsa ini dengan baik?
Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa loh. Jangan mengharapkan imbalan pak/buk. Anak yg kalian ajarkan itu nantinya ga akan lupa siapa yg mengajarkan semua hal itu padanya, mereka akan selalu mendoakan yang mengajari nya dan selalu berterimakasih pada anda. Aku yakin kok ga sedikit guru punya hati yang luarbiasa atas pekerjaan yang didapatkan nya. Aku yakin juga kok pengajar itu sedih juga melihat jalanan yang ga bersekolah yg ga punya pendidikan.
Itulah alasan saya mengambil jurusan itu. Tapi Tuhan mungkin berkata lain, aku jadi jurusan pendidikan bahasa inggris. Tapi gapapa kok, jurusan itu belum jauh dari impian ku tentunya. Mungkin dijurusan ku yang sekarang banyak pengalaman yang harus aku jalani dan harus aku jadikan pedoman dimasa depan nanti. Harapanku dijurusan ini semoga aku bisa menjadi salah satu orang yang membantu adik-adik yang mau sekolah memiliki mimpi yang luarbiasa yang tidak memiliki biaya untuk sekolah. Bisa membantu teman-teman jalanan yang punya perbaikan hidup dalam dirinya. Termasuk anak-anak yang tinggal dipelosok daerah. Beratsih impian yang udah mendam dalam hati sejak SMP ini tapi jika Tuhan berkata yes for me, why not?😁. I believe god's got a plan, my future and how my next plan hehe.
Doain ya teman-teman dunia bloggerku, semoga harapan saya jadi nyata, semoga anak-anak di Indonesia dan seluruh dunia ini punya impian masa depan yang luarbiasa dan sekolah yang baik.
Sekian dulu yaa cerita dari saya hehe,tq:)

1 komentar:

  1. heyya dyana. i like your colour of life. and iam proud of you. i hope you can succes in tthe future

    BalasHapus

Post Top Ad

Your Ad Spot